Hidup itu selalu ada pilihan…

August7

Pernahkah kita menyadarinya ketika kita masuk ke sebuah rumah makan, lalu di depanmu ada daftar menu makanan yang dapat kita pilih.

Begitu pula ketika kita menjalani hidup, ada beragam “menu” yang dapat kita pilih.

Terkadang, sebagian kita memilih menu yang “enak-enak”,
Pernahkah kita menyadari bahwa terkadang dalam sesuatu yang “mengenakan” itu juga dapat menimbulkan “penyakit” ?

Begitu pula dalam hidup, sebagian kita memilih jalan hidup hedonisme, yang penting happy, yang penting asyik yang penting enjoy dan nikmat. Mereka yang memilih jalan itu mungkin sudah tahu keburukan yang bisa terjadi, mungkin juga tidak tahu.

Seringkali, sebagian kita tidak menyukai menu yang rasanya “pahit”, tidak manis dan tidak enak,
Pernahkah kita menyadari bahwa terkadang dalam sesuatu yang tidak kita sukai itu ada manfaat baik untuk diri kita ?

Begitu pula dalam hidup, sebagian kita tidak suka memilih jalan hidup yang berat, jalan hidup penuh perjuangan yang melelahkan, harus belajar, mengalami penderitaan, kekecewaan dsb. Meski sesungguhnya, hal-hal yang tidak kita sukai itu seringkali justru membuat pribadi kita lebih tangguh, lebih kuat, dan banyak orang-orang gemilang hidupnya juga lahir dari perjuangan yang tidak mengenakan.

Lalu, benarkah kita selalu punya pilihan?

Benar, pilihan itu selalu ada. Hanya terkadang, kita terlambat untuk memilihnya.
Seperti ketika kita datang ke rumah makan terlalu malam, daftar menu di sana masih sama, tapi beberapa menu sudah tidak dapat kita pilih lagi karena telah habis dipesan orang sebelum kita.

Demikian pula dalam hidup, selalu ada pilihan.
Namun jika kita terlambat menentukannya, maka berarti kita “telah memilih” untuk tidak mendapatkannya.

Terkadang, sebagian kita masih punya kesempatan memilih, namun dia “memilih” untuk tidak memilih apapun.
Seperti kita datang di rumah makan, tapi kita tidak memilih makanan apapun, kecuali minum.

Hidup itu selalu ada pilihan,
maka berlakulah bijak dalam memilih, sesuatu yang menyenangkan belum tentu baik bagimu dan sesuatu yang tidak kamu sukai mungkin membawa manfaat untukmu.

Warung Khoja, Januari, 22th 2010.

Ketika Adam Sendirian di Surga…

August7

Tuhan menakdirkan Nabi Adam A.S. sebagai manusia pertama.

Sedangkan perempuan, yakni Siti Hawa, diciptakan kemudian sebagai pendamping Adam yang merasa kesepian hidup di surga.

Semula keduanya ditempatkan di surga dan mendapat amanat Allah agar tidak mendekati sebuah pohon. Karena tak mampu menahan godaan setan, keduanya mendekati pohon terlarang dan memakan buahnya. Sebagai hukuman mereka diturunkan oleh Tuhan ke muka bumi.

Sebagai laki-laki, Adam diciptakan berbadan kekar dan berotot. Dengan kekekaran dan ototnya ini lah Adam dan laki-laki keturunannya bisa menguasai alam. Seiring dengan kemajuan zaman, untuk menguasai alam orang tidak perlu lagi menggunakan tenaga melainkan cukup dengan pikirannya. Melalui pemikirannya manusia menghasilkan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan dunia. Sampai-sampai ada ungkapan : one strong mind is better than 100 strongs hands, artinya satu pemikiran yang kuat kemampuannya melebihi 100 tangan yang kuat.

Teknologi pula yang memungkinkan perempuan bisa menguasai alam, seperti halnya laki-laki. Inilah kelebihan zaman modern. Perempuan bisa menjangkau dan menguasai dunia. Pada zaman Mesir Kuno sebetulnya telah muncul wanita pemimpin, seperti Cleopatra, yang terkenal bukan saja karena cantik tapi juga cerdas. Dalam Quran dikisahkan pula seorang wanita pemimpin, Ratu Bilqis yang hidup pada zaman Nabi Sulaiman A.S.

Di dalam rumah tangga, posisi suami adalah imam. Istri ada di “belakang” imam, mengikuti gerak-gerik imam. Tapi bukan berarti tak punya hak suara. Kalau imam keliru, orang yang makmum boleh mengingatkan. Istripun kalau suami keliru dalam melangkah boleh mengingatkan agar arahnya lurus dan tidak melenceng.

Kata orang Jawa, perempuan boleh pinter tapi jangan keminter. Perempuan boleh memiliki kepandaian setinggi langit, namun jangan pernah merasa dirinya paling pandai. Apalagi sampai memandang rendah orang lain, termasuk suaminya sendiri.

Ketika Adam sendirian di surga, Tuhan menciptakan baginya, bukan SEPULUH TEMAN, melainkan SEORANG ISTRI yang baik.

ditulis oleh serorang perempuan yang menerima penghargaan “CITRA WANITA SEJATI INDONESIA 2005″ dari Kharisma Indonesia Foundation, Dr.Hj. Dewi Motik Pramono, M.Si., dalam bukunya Management by Love

posted under Renungan | No Comments »

Sebesar Anda belajar mencintai, sebesar itu Anda akan belajar membenci…

August7

Notes ini merupakan follow up dari status saya dengan judul yang sama :

Sebesar Anda belajar mencintai, sebesar itu Anda akan belajar membenci…

Bagaimana menurut Anda ?? ^_^

————————————————————————————

Banyak sahabat yang telah mengapresiasi status saya tersebut dengan berbagai sudut pandang mereka.

Saya mengerti jika banyak yang membaca status tersebut, lalu mengartikan tentang sebuah perasaan Cinta yang bisa berubah menjadi Benci terhadap seseorang.

Pemahaman seperti itu, wajar menurutku, karena memang hal tersebut tidak dapat dipungkiri bisa terjadi dalam kehidupan kita. Bahwa terkadang, seseorang yang dibenci, malahan menjadi orang yang dicintai dan sebaliknya, orang yang paling dicintai berubah menjadi orang yang paling dibenci.

Mengapa demikian ??

Ada yang bilang cinta dan benci itu bedanya tipis sekali. Sebuah pepatah mengatakan, “Batas antara cinta dan benci hanyalah setipis rambut.” Benarkah demikian ?

Pernahkah Anda membaca terjemahan berikut ini ?

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS.Al Baqarah : 216)

Asbabun nuzul ayat di atas adalah berkenaan dengan kebencian pada berperang di jalan Allah.

Tapi coba perhatikan ayat tersebut di atas dengan saksama, kata benci dan cinta disatukan dalam satu ayat. Tentu saja, ini membuat penasaran. Seolah-olah dalam ayat tersebut diisyaratkan adanya kedekatan makna di antara dua hal yang bertolak belakang tersebut.

Bagaimana dengan temuan ilmiahnya?

Secara singkat, PercikanIman.org membahas tentang Antara Benci dan Cinta sebagai berikut :

Profesor Semir Zeki dan John Romaya dari University College (London) telah membuat peta sirkuit syaraf otak orang-orang yang terlibat cinta. Mereka berdua meneliti 17 orang yang sedang membenci seseorang, sebagian besar dari orang yang dibenci tersebut adalah orang yang pernah dicintai.

Kepada masing-masing responden ditunjukkan foto orang yang dibenci selama 16 detik dan pada saat yang bersamaan alat scanner memetakan aktivitas otak mereka. Hasilnya menunjukkan adanya dua wilayah (sektor) otak yang sama-sama aktif ketika ada rangsangan emosi benci maupun cinta. Dua sektor tersebut dinamakan Putamen dan Insular Cortex.

Putamen berfungsi mempersiapkan gerakan tubuh sehingga bisa menjadi aktif saat bersiap membela yang orang dicintai atau bersiap menyerang orang yang dibenci. Sedangkan insular cortex berhubungan dengan perasaan tertekan seperti rasa cemburu.

Zeki dan Romaya mendapati bahwa aktifitas otak selaras dengan tingkat kebencian atau kecintaan terhadap satu obyek. Akhirnya, Zeki pun mengusulkan agar brain scanning digunakan dalam pengadilan untuk mendeteksi apakah ada rasa benci (yang tinggi) yang dimiliki tersangka terhadap korban dalam kasus pembunuhan.

Kesimpulannya, sektor otak yang digunakan untuk emosi cinta dan benci adalah sama.

Nah, mungkin itulah mengapa cinta dan benci itu batasnya tipis sekali.

————————————————————————————

Lalu, benarkah sebesar kita belajar mencintai, sebesar itu pula kita akan belajar membenci… ?

Coba kita temukan bersama jawabannya…

Cinta dan benci adalah dua hal yang tidak pernah dapat bersatu. Benarkah ??

Benar !! — untuk obyek atau hal yang sama, keduanya tidak dapat bersatu.

Anda tentu tidak dapat mencintai sekaligus membenci seseorang yang sama.

” Cinta itu bisa mmsnahkan benci.. krn ada cinta, qt tak snggup u mmbenci.. sprti cinta qt pd Pencipta,tak mngkin u dibenci.

Benar, untuk hal yang sama, kita tidak bisa mencintai sekaligus membencinya.

Jika Anda sedang benci menunggu, Anda tidak akan suka menunggu. Namun jika Anda mulai suka dan menikmati menunggu, Anda berarti sudah tidak benci menunggu.

So, cinta itu bisa memusnahkan benci dan hukum berbanding terbalik pun berlaku bahwa benci bisa memusnahkan cinta karena cinta dan benci adalah dua hal yang tidak pernah dapat bersatu.

Tapi, tunggu dulu !!

Hal itu benar – dalam konteks — untuk objek atau hal yang sama.

————————————————————————————

Dalam konteks yang berbeda, untuk hal-hal yang berlawanan, cinta dan benci adalah dua hal yang harus ada bersamaan. Jadi, orang yang mencintai, seharusnya juga membenci..Tak Percaya ??

Jika Anda mencintai ilmu dan kepandaian, Anda seharusnya juga membenci kebodohan. Karena ilmu dan kebodohan itu berlawanan.

Jika Anda mencintai kedisipinan, maka Anda seharusnya juga membenci lawan dari kedisiplinan itu.

Kembali pada status saya,

Sebesar Anda belajar mencintai, sebesar itu Anda akan belajar membenci…

Saya tidak mengatakan “Sebesar Anda belajar mencintai seseorang, sebesar itu Anda akan belajar membenci orang itu

Jadi,

Sebesar apa Anda belajar mencintai kesetiaan, sebesar itu Anda harus belajar membenci pengkhianatan dan perselingkuhan..

Sebesar apa Anda belajar mencintai kesuksesan, sebesar itu Anda harus belajar membenci rasa malas dan putus asa..

Sebesar apa Anda belajar mencintai kebaikan, sebesar itu Anda harus belajar membenci keburukan..

Ini adalah nasehat untuk diri saya pribadi, yang masih harus banyak belajar untuk tidak sekedar “mengaku-ngaku” cinta..

Seseorang yang mengaku cinta pada kesuksesan, tapi masih belum bisa membenci kemalasan dan sikap menunda-nunda.. maka apakah layak dikatakan mencintai kesuksesan ?

Seseorang yang mengaku cinta pada ketulusan dan kesetiaan, tapi masih belum bisa membenci dusta, malah berkhianat dan selingkuh di belakang.. maka apakah layak dikatakan mencintai ketulusan dan kesetiaan ?

Seseorang yang mengaku cinta pada kesucian, harga diri dan kehormatan, tapi masih belum bisa membenci sikap-sikap yang merendahkan diri, malah berbuat hal-hal yang menurunkan harga dirinya.. maka apakah layak dikatakan mencintai kesucian, harga diri dan kehormatan ?

Seseorang yang mengaku cinta pada kebaikan, tapi masih belum bisa membenci keburukan, malah selalu melakukan keburukan.. maka apakah layak dikatakan mencintai kebaikan ?

Seseorang yang mengaku cinta pada Allah, sebesar apa dia belajar mencintai-Nya, maka sebesar itu semestinya dia belajar membenci musuh-Nya, syaitan. Bukankah ia adalah musuh yang nyata bagimu? maka jadikanlah ia musuh…

Sebesar Anda belajar mencintai, sebesar itu Anda akan belajar membenci…

————————————————————————————

Terima kasih buat Para Sahabat yang telah mengapresiasi status saya. Masukan kalian sangat berarti.

posted under Renungan | No Comments »

Seorang Akhwat Menangis di Sebuah Walimatul Ursy (Pernikahan)

August7

Walimatul Ursy ini milik dua orang mantan teman kuliah saya.

Saya kebetulan diminta jadi seksi sibuk…… jadi merupakan bagian dari tugas saya untuk memperhatikan tamu-tamu yang datang, siapa tahu ada yang belum di”servis”.

Saat itulah saya melihat wanita itu. Duduk terpencil sendirian di ujung deretan kursi paling belakang.

Dia hanya duduk diam, tak bicara dengan siapapun dan terus menatap pengantin wanita di ujung lain ruangan dengan tatapan kosong.

Mukanya yang pucat, membuat saya tergerak untuk mendekatinya, saya khawatir dia sakit.

Saya duduk dikursi di sampingnya. Dari dekat terlihat matanya yang merah dan samar-samar alur bekas air mata di pipinya.

“Assalamu ’alaikum” sapa saya mencoba memulai percakapan.

“Wa’alaikum salam” dia menjawab dengan suara serak dan agak bergetar.

Dia tak berusaha memandang saya, bahkan justru sedikit berpaling ke arah lain. Saya maklum, mungkin dia berusaha menyembunyikan bekas-bekas tangisan di wajahnya.

“Ukhti kelihatan pucat, apa ukhti sakit ? saya ambilkan teh hangat ya ?” tanya saya lagi.

“Saya tidak apa-apa” jawabnya singkat. Masih belum mau memandang saya.

“Eh, Ukhti belom nyoba makanannya ya ? Satenya enak lho….. capcay-nya juga” kata saya lagi mencoba mencairkan suasana.

Tapi tiba-tiba dia justru menangis….. lumayan kenceng pula. Duh, saya jadi agak panik. Akhirnya, supaya tidak menarik perhatian tamu-tamu lain, saya ajak dia masuk ke salah satu kamar di rumah teman saya itu.

Setelah tangisnya reda, saya sodorkan sebotol air mineral dan menyuruhnya minum. Sampai beberapa saat kami hanya berdiam diri. Saya hanya duduk menemaninya. Memikirkan namun sengaja tidak menanyakan apa-apa padanya. Saya yakin, kalau dia memang ingin cerita tanpa saya tanya pun dia akan cerita.

Saya sedang agak-agak melamun ketika tiba-tiba dia berkata

“Maaf, rasanya kita belum berkenalan. Nama saya Lusi. Terima kasih sudah membantu saya

Agak kaget saya menoleh dan menyambut uluran tangannya “Ana” jawab saya singkat.

”Ukhti keluarga atau temennya pengantin pria atau wanita ?” lanjutnya

“Saya bekas temen kuliah mereka berdua. Kalau Ukhti ?” saya balik bertanya.

Lalu mengalirlah cerita yang menjawab semua tanda tanya dibenak saya selama hampir satu jam terakhir ini.

Ternyata, dia dan pengatin pria pernah pacaran selama setahun di SMA. Mereka putus karena si pengantin pria menyadari bahwa pacaran itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Si wanita masih mencintai si pria, si pria juga menyatakan hal yang sama, namun keputusan si pria sudah tidak bisa diubah lagi.

Setelah lulus SMA, si wanita menawarkan pernikahan tapi si pria mengatakan belum siap dan masih ingin meneruskan sekolah, baru setelah lulus dan bekerja dia mau memikirkan pernikahan.

Si wanita mengatakan akan menunggu sampai mereka sama-sama selesai kuliah dan bekerja.

Si pria tidak melarang, hanya mengatakan “terserah”.

Sejak itu mereka hampir tidak pernah berkomunikasi lagi. Dalam kesempatan yang sangat jarang melalui telepon atau pertemuan tanpa sengaja mereka hanya ngobrol “biasa” tak menyinggung sedikitpun tentang pernikahan.

Tapi sikap dan tutur kata si pria seperti memberi harapan bagi si wanita untuk terus menunggu. Namun tiba-tiba si wanita mendengar kabar bahwa si pria akan menikah.

Karenanya dia memaksa datang meskipun tidak diundang. Dia ingin mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan yang memberati kepalanya.

Setelah bercerita dia menangis lagi. Bagian depan jilbabnya sudah basah kuyub saat itu, namun saya biarkan saja dia melampiaskan kesedihan dan rasa kecewanya melalui airmatanya.

Kalau dia memang tidak mau menikah dengan saya, kenapa nggak dari dulu dia bilang kepada saya. Kenapa dia membiarkan saya menunggunya selama enam tahun hanya untuk melihatnya menikah dengan wanita lain ? Kenapa dia selalu memberikan nasehat dan mengirimkan buku-buku yang menurutnya perlu saya baca bila akhirnya dia mencampakkan saya ?” ucapnya seperti menggugat di sela-sela isakan.

Saya hanya seorang wanita pula, bukan pria itu, saya tak mungkin tahu apa jawaban pertanyaan-pertanyaan itu. Jadi saya katakan semua hal-hal klise tentang jodoh, cobaan dan ketabahan, meskipun saya yakin dia juga sudah faham semua itu.

Setengah jam kemudian dia menuntaskan tangisnya dan ingin berpamitan. Saya tidak tahu apa saat itu dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan saat memutuskan untuk datang ke walimatul ursy ini atau hanya sekedar menguburkan keinginannya dalam-dalam, tapi saya antarkan juga dia untuk berpamitan kepada pasangan pengantin lalu berjalan bersamanya sampai ke pintu pagar dimana kami berjabat tangan dan saling mengucapkan salam perpisahan.

______________________________________________________________

Catatan ! :

Kalau ada seseorang (wanita atau pria) yang menawarkan pernikahan kepada anda, katakan tidak bila anda memang benar-benar tidak ingin menikahinya.

Tidak sekarang dan tidak kapanpun.

Jangan pernah menjebaknya dalam penantian dan ketidakpastian hanya karena dalam hati anda terbersit keinginan :

Kalau ada yang lebih baik, saya tidak akan ambil dia, toh saya tidak pernah berjanji apa-apa. Tapi kalau tidak ada yang lebih baik saya akan ambil dia, daripada tidak ada sama sekali. Sementara ini, akan saya biarkan saja dia menunggu”.

Itu bukan saja tidak adil, tapi juga sangat kejam. Karena bisa saja pada saat anda melepaskannya, dia sudah kehilangan kesempatan sekali seumur hidup baginya untuk menikah.

Maka, jika ada seseorang (wanita atau pria) yang mengatakan tegas tidak bisa menikah dengan Anda, meski itu berat, terimalah dengan sabar dan syukur, karena kepastian itu lebih baik daripada terjebak dalam penantian dan ketidakpastian yang dapat membuatmu terluka lebih dalam.

Jika Anda sedang dalam hubungan yang tidak ada kepastian, maka sebelum Anda lebih jauh menyia-nyiakan waktu dan pengorbanan Anda, carilah kepastian itu. Mau dibawa kemana … ?

Semoga dari kisah ini bisa di dapatkan pelajaran yang sangat berharga terutama bagi para ikhwan dan akhwat yang belum menikah.

Lihat sumber kisah di sini

Nenek Pemungut Daun

August7

Kisah ini adalah salah satu yang memberi inspirasi saya secara spiritual. Saya ingin berbagi di sini dengan harapan dapat menginspirasi sahabat-sahabat yang lain.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah ini menginspirasi ku, sehingga setiap kali membersihkan halaman rumah, dalam hati selalu diiringi dg membaca sholawat atau istighfar memohon ampun.. agar Beliau berkenan juga membersihkan hatiku dari debu-debu yang mengotori kalbu…

posted under Renungan | No Comments »

Perjalanan Takdir Yang Menakjubkan

August7

Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumah mereka. Sedang mereka makan, kedengaran pintu rumah mereka diketuk oleh seseorang. Si isteri telah membuka pintu dan dilihatnya seorang lelaki meminta sedekah. Si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya dia bertanya dahulu kepada suaminya,

“Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sedikit makanan kepada pengemis ini?”

“Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!”,

Alangkah sedihnya hati si isteri ketika mendengar jawapan dari suami yang dicintai itu.

Dengan kuasa Allah, pada suatu ketika si suami yang menjalankan perniagaan telah mengalami kerugian yang fatal dan menderita banyak hutang, sehingga rumahtangga mereka porak peranda.

Akhirnya rumahtangga mereka musnah karena perceraian. Tidak lama setelah itu mantan isterinya menikah lagi dengan seorang pedagang di kota.

Dikisahkan, pada suatu hari ketika ia sedang makan bersama suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah dibuka pintu ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya.

“Wahai suamiku bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?”

Suaminya menjawab,“Berilah makan kepada pengemis itu.”

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk ke dalam rumah sambil menangis.

Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya,

“Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis kerana aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”

Wanita itu menggelengkan kepalanya, lalu berkata dengan nada yang sedih dan sambil terisak-isak menahan tangis,

“Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama dahulu.”

Mendengar keterangan isterinya sedemikian, sang suami sedikit terkejut, tetapi segera ia pula bertanya,

“Dan tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya…!”

Begitulah kisahnya, saudara-saudaraku, maka berikan sesuatu itu kepada yang haqnya. Usahlah suka menghina dan mencaci sesama kita, terutama yang kurang bernasib baik.

Allah itu MAHA KUASA. KESENANGAN YANG DIPEROLEHI TAK AKAN KEKAL… ALLAH MAHA MENENTUKAN SEMUANYA

Wallahua’lam…

Sumber dapat dilihat di sini

Baru Aku Tahu, CVS Itu Apa…

August7

Apakah Anda salah satu dari sekian banyak orang yang bekerja dan menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer? Sebagai seorang programer, saya hampir setiap hari berada di depan laptop, rata-rata 8 jam per hari.

Computer Vision Syndrome

Computer vision syndrome (CVS) adalah kondisi sementara yang dihasilkan karena mata selalu terfokus pada layar komputer untuk terus-menerus, tidak terputus.

Beberapa gejala dari CVS termasuk sakit kepala, penglihatan yang kabur, sakit leher, kelelahan, ketegangan mata, mata kering, iritasi mata, dan kesulitan memusatkan mata.

Gejala ini dapat lebih diperparah oleh kondisi pencahayaan yang tidak tepat (mis. pencahayaan yang terlalu terang atau silau) atau udara bergerak melewati mata (misalnya ventilasi di atas kepala, udara langsung dari kipas angin).

Penyebab

CVS disebabkan oleh penurunan refleks berkedip saat bekerja berjam-jam terfokus pada layar komputer. Tingkat berkedip normal di mata manusia adalah 16-20 per menit. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat berkedip menurun sampai 6-8 kedip / menit untuk orang yang bekerja pada layar komputer. Hal ini menyebabkan mata kering dan rasa lelah di mata setelah jam kerja yang panjang.

Berikut ini adalah Tips untuk meminimalisir terjadinya CVS :

Sumber : Wikipedia dan artikel ini

Lama-Lama Aku Bosan…

August7

Rutinitas

Sesuatu yang dikerjakan berulang-ulang, teratur dan biasanya itu-itu saja.

Menjalani rutinitas terkadang membuat seseorang jenuh, bosan dan tertekan. Apakah anda pernah mengalaminya?

Bagi yang bekerja, setiap hari melakukan kegiatan yang sama berulang-ulang.

Seorang petugas Administrasi terkadang setiap hari hanya mengetik surat dan surat. Seorang tukang pos, setiap hari selalu mengantarkan surat dan paket. Seorang kasir, setiap hari hanya menghitung jumlah belanjaan dan memberikan kembalian. Dan berbagai profesi lain pun seringkali menghendaki sebuah rutinitas, yang terkadang sampai pada titik jenuh, yang membosankan.

Bagi yang kuliah, ada rutinitas jadwal perkuliahan yang harus dia jalani. Setiap jam sekian, di ruang sekian, harus datang dan mengikuti perkuliahan. Bahkan bagi seseorang yang menganggur dan tidak produktif pun bisa terjebak pada rutinitasnya, tidur. Sebagian orang yang sibuk, sangat menginginkan satu kegiatan yang menenangkan seperti tidur. Tapi bagi seseorang yang menganggur tidak punya kegiatan, banyak tidur, pun akan mulai mengalami kejenuhan. Bosan tidur terus.

So, rasa jenuh dan bosan itu muncul tidak hanya karena melakukan pekerjaan, bahkan tidur dan menunggu pun bisa membosankan. Seperti kata Audy, Lama-lama aku bosan.. ^_^

Bosan itu Rahmat

Apakah baru sekarang Anda mendengar bahwa bosan adalah rahmat ? Bagaimana bisa ?

Memang, tidak semua rahmat yang diberikanNya itu kita terima dalam bentuk yang menyenangkan dan kita sukai. Kadang dalam bentuk kehilangan, rasa sakit, dan … juga rasa bosan.

Anda pernah dengar UDINUS ? Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang sekarang menjadi universitas komputer terkemuka di Jawa Tengah, yang menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ternama baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Multimedia Malaysia University, ITB, ITS dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UteM).

Kesuksesan Universitas ini berawal dari rasa bosan. Dr. Ir Edi Noersasongko, M.Kom yang saat itu bekerja di Jakarta dan telah menempati posisi puncak sebagai seorang direktur, mengalami titik jenuh dan bosan dengan rutinitas pekerjaannya yang dirasa tidak berkembang. Sehingga beliau mengambil keputusan besar untuk keluar dari keadaan mapan, untuk kemudian mandiri berwirausaha membuka kursusan komputer, yang saat ini telah menjadi sebuah universitas terkemuka.

So, bosan itu rahmat. Bagaimana menurut Anda ?

Jika Anda juga berpendapat demikian, maka ketika Anda bertemu dengan rasa bosan dan jenuh, saat itulah Tuhan sedang mengajak Anda berbicara, ingin memberitahukan kepada Anda, bahwa kehidupan Anda dapat lebih baik dari ini.

Maka temukanlah jalan yang diisyaratkan-Nya padamu.. jika Anda melihatnya dan menempuh jalan itu dengan segenap keyakinan Anda, insyaAllah Anda akan sampai pada kehidupan yang lebih baik yang telah direncanakan-Nya dengan indah untuk Anda.

————————————————————————————————
Kisah Dr. Ir Edi Noersasongko, M.Kom bisa dilihat di sini

posted under Renungan | No Comments »

Ditilang Polisi, dan Polisi itu temenku…

August6

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.

Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”

“Hai, Jon.” Tanpa senyum.

“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah..”

“Oh ya?”

Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”

“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”

Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya.


Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.

Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya.. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku.

Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

“Halo Jono, Tahukah kamu Jon,

aku dulu mempunyai seorang anak perempuan.
Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.

Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada.

Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini.. Maafkan aku Jon.

Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan…….

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain.

Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita.

Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati. Drive Safely Guys..

Take From here

Dahsyatnya Prasangka!!!

August6

Pernahkah kalian sadari DAHSYATnya Prasangka ??

Coba perhatikan,

Jika Anda berprasangka buruk pada seseorang,

Ketika orang itu diam, Anda tidak tenang, takut dia merencanakan sesuatu..
Ketika orang itu bicara, bahkan bicara baik, Anda tidak tentram, menganggap dia sok baik, dsb.
Keitka orang itu melakukan hal baik pada Anda, bahkan Anda masih was-was, jangan-jangan ada maunya..

Betapa tersiksanya Anda hanya karena PRASANGKA !!

Coba bayangkan,

Jika Anda berprasangka baik pada seseorang,

Ketika orang itu diam, Anda tenang, merasa aman dan nyaman-nyaman saja..
Ketika orang itu bicara baik, Anda akan tersenyum dan mendengar penuh persahabatan.
Keitka orang itu melakukan hal baik pada Anda, Anda akan sangat bersyukur dan senang

Betapa tentramnya Anda hanya karena PRASANGKA !!

——————–

Seringkali, pada saat awal-awal kuliah, ketika ambil mata kuliah dosen tertentu,
teman-teman sering berkata :

“Wah, dosennya killer tuh, galak !”

“Iya, aku aja ngulang nih, hampir semua temen2 dapat D

“Bener, Mas. Nilainya susah, Maksimal C

dan sebagainya, dan sebagainya….

Tapi,

Aku seringkali menanggapi ucapan mereka dengan senyum,
karena hatiku kupenuhi dengan PRASANGKA baik…

Ketika kuliah dengan dosen “killer” tersebut, selalu kuisi hatiku dengan PRASANGKA baik, sehingga

aku bisa belajar dengan tenang dan penuh senyum,
aku bisa nyaman bertanya dan berdiskusi,

Alhamdulillah, aku pun bisa dapat Nilai A yang mereka anggap mustahil.

Itulah, DAHSYATnya prasangka.

Ketika, kita sudah berPRASANGKA buruk pada seseorang,
hati kita jadi antipati dan tertutup akan kebaikan yang datang dari orang itu.

————————-

Ohya, aku baru menyadari DAHSYATnya PRASANGKA ini ternyata juga ditegaskan dalam Al Qur’an.

Mau bukti ??

Kita semua tahu, untuk bisa sholat khusyuk itu susah kan? rasanya berat…

Tapi,

Al Quran mengatakan bahwa ternyata Khusyuk itu dapat dan mudah dilakukan hanya dengan PRASANGKA !!!

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk ” (QS 2:45)

(yaitu) orang-orang yang berPRASANGKA bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali padaNya” (QS 2:46)

Banyak tafsir yang mengartikan ayat 46 Surat Al Baqoroh itu dengan arti orang-orang yang meyakini.

Dalam tekstual nya, Al Quran menyebutkan “YADZUNNUUNA” (berPRASANGKA) bukan “YUUQIINUUNA” (MEYAKINI).

Jadi, orang yang mengira, berprasangka bahwa dia akan bertemu dengan Tuhannya, akan mudah khusyuk dalam sholatnya, maka APALAGI bagi orang yang YAKIN akan bertemu Tuhannya.

————————-

Aku juga manusia biasa,
tentunya juga tidak sempurna,

dalam kelemahan iman dapat juga berprasangka buruk,

Aku menulis catatan ini hanya untuk mengingatkan diri sendiri,
dan berdoa,

“Allahumma Inni a’udzubiKa min su’idzon, wa su’il khotimah wa syarril asqom…”

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu

dari SU’UDZON ~ prasangka buruk, baik pada manusia atau bahkan pada-Mu,

dari SU’UL KHOTIMAH ~ akhir hidup yang buruk, tanpa iman,

dan dari SYARRIL ASQOOM ~ penyakit yang buruk… ” AMIIN.

posted under Renungan | No Comments »
« Older Entries

To love is not to look at one another, but to look together in the same direction. — Antoine de Saint-Exupery

ABOUT ME

I am a person who always like to learn somethings. Sometime I learn from the books I read. I love so many kinds of books. There are motivational and inspirational books like  “Anda adalah Apa Yang Anda Pikirkan” - Dale Carnigie, Success Stories, Biography, Psychological books, for children, teenage or adult, Fiction and True Stories by Asma Nadia and Friends, and also Islamic books, Computer and Programming books.

I am a really person who like to learn somethings. Sometime I learn from the musics I listen. I love so many kinds of musics too. Pop, dangdut, campursari, western, india, and malaysia musics, I like them, not all of them but some which I can enjoy it or it teach me something.

If you wanna ask or say something, please fill this below form :

Comments or questions are welcome.

*(denotes required field)

Powered by Fast Secure Contact Form



Animated Tags